Kamis, 01 Maret 2012

PRO-KONTRA Kewajiban Publikasi Jurnal Ilmiah Sebagai Syarat Lulus Skripsi

Seperti diketahui, untuk lulusan setelah Agustus 2012, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan-Prof. M. Nuh mensyaratkan publikasi makalah menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3. Bagi mahasiswa S1, untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit dalam ilmiah. Sementara mahasiswa S2 diharuskan menghasilkan makalah yang terbit di jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti. Adapun mahasiswa program doctor (s3) harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit dalam jurnal internasional.

Kebijakan Kemdikbud tersebut tentu saja tidak terlepas dari kritikan dan dukungan. Yuk, kita simak pendapat mahasiswa kimia FMIPA UNTAN. (cie)

Septami Setyawati (kimia 2011)

“saya setuju karena dengan begitu semua mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif & produktif lagi. Jadi tidak hanya mahasiswa tertentu yang menghasilkan inovasi. Apalagi kalau dibandingkan dengan jumlah jurnal ilmiah terbitan Negara lain, jurnal ilmiah terbitan Indonesia memang jauh di bawah Negara lain. Tapi alangkah lebih baik jika hal ini disosialisasikan ke mahasiswa terlebih dahulu tentang cara-cara penulisan dan pengajuan makalahnya agar bisa diterbitkan.”

Shafira Kurnia (kimia 2009)

“Secara ekonomi sih PRO. Karena kalau skripsi kan tebal2 tuh. Tapi kalau secara akademik saya ragu, karena menerbitkan jurnal itu kan tidak mudah. Untuk modifikasi TA aja susah apalagi menerbitkan jurnal, pasti ribet banget jalannya.”

Tiara Kumala (kimia 2008)

“Setuju. Tapi di sisi lain bingung juga. Karena kebanyakan dari mahasiswa, TA-nya itu dihimpun melalui proyek dosen, nanti pakai nama siapa dong di jurnal ilmiahnya???”

Robi Maulana S. DS (kimia 2009)

“Baguslah, jadi banyak mahasiswa yang berkontribusi untuk buat jurnal ilmiah.”

Sirojuddin (kimia 2009)

“Karna hal tersebut konstruktif, saya setuju.”

2 komentar:

  1. Putri (kimia 2010)2 Maret 2012 17.35

    Saya setuju seperti yang Prof Thamrin katakan, lebih baik mahasiswa menerbitkan jurnal ilmiah daripada hanya tulisan skripsi, asalkan skirpsi d tiadakan, jdi beban mahasiswa tdak berat, denagn kata lain, u/ menjadi lulusan sarjana S1 tidak perlu bersusah payah u/ membuat tulisan setebal skripsi...
    Hasil yg d dapat dari jurnal ilmiah pun jauh lebih bnyak manfaatnya...

    BalasHapus
  2. ya Benar sekali. hanya perlu kalatis untuk menerima perubahan ini. trimakasih putri telah berkunjung ke blog ini :)

    BalasHapus